0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Penipuan LPK Akiba Gerudug PN, Minta Uang Dikembalikan

timlo.net/agung widodo
Para korban penipuan magang kerja Jepang melakukan aksi unjuk rasa di PN Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Belasan calon tenaga kerja magang ke Jepang melakukan aksi demo di depan Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Kamis (31/3). Mereka menjadi korban penipuan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Akiba hingga ratusan juta rupiah.

”Kami ini warga tidak mampu, karena tertipu jadi semakin tidak mampu. Kami setor Rp 97 juta ke Maulana. Apalagi cicilan di bank belum kami bayar,” kata salah satu korban, Arifin (48), warga Dukuh Keten, Desa Wonotolo Kecamatan Gondang, Kamis (31/3).

Para demonstran meminta pengembalian uang yang disetorkan kepada pengelola LPK Akiba, Maulana Yusuf. Sedangkan Maulana saat ini menjadi terdakwa kasus penipuan tersebut. Mereka menggelar poster menuntut terdakwa agar mengembalikan uang yang sudah disetorkan. Jumlahnya antara Rp 50 hingga Rp 100 juta. Sebanyak 26 orang telah menjadi korban.

Sementara dalam sidang, terdakwa Maulanan Yusuf, dijerat pasal 378 dan 372 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Darmastuti. Sidang dipimpin hakim ketua Sri Widiyastuti dengan hakim anggota Estafa Purwanto dan Evi.

Humas PN Sragen, Agung Nugroho menjelaskan, dalam perkara tersebut, arah pengadilan memang lebih menitik beratkan pengembalian uang yang telah disetorkan para korban.

“Kendati dalam sidang tersebut kasus pidana, namun tetap menitik beratkan masalah pengembalian materi para korban,” kata Agung.

Menurutnya, bila masalah materi itu belum selesai, usai proses perkara pidana para korban bisa mengajukan gugatan perdata.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge