0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembebasan Sandera Masih Mengedepankan Jalur Negosiasi

merdeka.com
Kelompok militan Abu Sayyaf (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah terus berkoordinasi dengan militer Filipina untuk membebaskan 10 awak kapal tunda asal Indonesia yang disandera kelompok garis keras Abu Sayyaf di Filipina. Hingga saat ini keduanya memilih jalur negosiasi untuk membebaskan sandera.

“Ya kita akan negosiasi terus. Saya terus bekerjasama dengan intelijen Filipina,” kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, Kamis (31/3).

Dia menyatakan, cara negosiasi merupakan pilihan alternatif yang utama yang akan diambil oleh pemerintah sementara ini. Sebab, apabila mengambil langkah melakukan penyerangan, perlu pelbagai pertimbangan yang harus diambil.

Terlebih, dikabarkan penyandera memberikan tenggat waktu sampai 8 April, apabila uang tebusan tak dibayar, mereka mengancam akan membunuh kesepuluh awak kapal.

“Ya makanya kita negosiasi terus. Kan masih 8 hari. Tentu secara politis tidak mudah membuat opsi-opsi dengan serangan itu tidak mudah, lihat aspek politis, segala macam,” katanya.

Sutiyoso mengaku telah mendapatkan informasi bahwa kesepuluh awak kapal itu dalam kondisi yang baik. Dia juga mengaku telah mengetahui di mana lokasi penyanderaan.

Meski begitu, dia tidak mengetahui apakah kesepuluh awak kapal itu ditahan di satu lokasi ataupun tidak.

“Kita sudah tahu lokasi mereka, tentu beberapa opsi harus kita siapkan, tetapi sekali lagi tentu keselamatan sandera adalah prioritas utama,” katanya.

“Ya (dalam kondisi) masih aman, cuma kita tidak tahu mereka dipencar atau tidak, cuma informasinya di samping WNI ada juga WNA, setahu kita ada 11, ada dari Kanada, Belanda, Norwegia, ada Filipina juga,” katanya menambahkan.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge