0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tembakau Jadi Korban Tengkulak

310316 Petani tembakau semakin terpinggirkan
Petani tembakau ()

Boyolali — Petani tembakau di Kabupaten Boyolali mulai menyamakan persepsi, menyusul makin terpinggirkanya mereka. Selama ini, petani harus kalah dengan tengkulak, menyusul tidak adanya akses ke pabrik-pabrik besar.

“Petani selalu menjadi korban para tengkulak yang memiliki akses ke pabrik,” kata Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Boyolali, Tri Joko, Kamis (31/3).

Selama ini, menurut Tri Joko, hasil panen yang didapat tidak sebanding dengan harga jual ke pabrik yang dilakukan tengkulak. Padahal hasil panen tembakau ini menjadi andalan petani. Boyolali sendiri selama ini menjadi salah satu penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah. Dari 19 kecamatan, ada 9 kecamatan yang merupakan penghasil tembakau. Di antaranya, Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel, Musuk, Mojosongo, Boyolali Kota dan Sawit.

“Kita butuh campur tangan stakeholder untuk nasib petani tembakau,” tambahnya.

Sementara untuk produksi tembakau rajangan mencapai 4.178.543 ton/ tahun dengan luas areal mencapai 5.369,35 hektare. Sedangkan produksi tembakau asepan 1.760,79 ton/ tahun dengan luas areal 2.635 hektare.

“Ini bukti Boyolali memiliki potensi yang besar untuk tembakau,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge