0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Militer Filipina Tolak TNI Ikut Campur, Ini Kata BIN

Kepala BIN, Sutiyoso (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Intelijen Negara (BIN) menilai wajar jika militer Filipina (AFP) menolak campur tangan RI dalam upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Penolakan itu lebih disebabkan faktor harga diri jika TNI ikut terjun membebaskan sandera.

“Ya memang mereka harga diri, reputasi jadi pertimbangan segala macam,” kata Kepala BIN, Sutiyoso, Kamis (31/3).

Sutiyoso memandang penolakan dari Filipina sebagai hal wajar. Dia mencontohkan apabila penyanderaan terjadi di Indonesia, maka Indonesia pasti akan menolak bantuan dari negara lain.

“Kita juga kalau ada penyanderaan di sini akan kita selesaikan sendiri,” katanya.

Seperti diketahui, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) meyakini operasi pembebasan sandera asal Indonesia yang kini ditawan militan Abu Sayyaf, masih bisa mereka tangani sendiri. Dengan begitu, tawaran bantuan militer Indonesia yang sekarang sudah menyiagakan armada tempur di Tarakan serta Bitung, ditolak secara halus, seperti dilansir inquirer.net.

Militer Filipina memiliki prinsip tersendiri, sehingga sulit mengizinkan pasukan asing terlibat dalam pembebasan sandera itu.

“Berdasarkan konstitusi, negara kami tidak mengizinkan adanya pasukan asing tanpa perjanjian khusus,” kata juru bicara AFP, Brigadir Jenderal Restituto Padilla.

Pandangan serupa juga disuarakan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Sebagai dua bangsa bersahabat, Indonesia tak bisa begitu saja mencampuri yuridiksi Filipina dalam menangani kasus penculikan semacam ini.

“Kecuali mereka meminta bantuan, baru kita ikut masuk,” ujarnya.

Padilla mengakui pembicaraan serta koordinasi tingkat tinggi antara pemerintah Filipina dan Indonesia tentang metode serta strategi pembebasan sandera masih berlangsung.

Sejauh ini, pihaknya berupaya meyakinkan TNI bahwa AFP sendirian sudah mampu mengamankan para WNI yang disekap Abu Sayyaf kemungkinan di sebuah pulau kosong dekat Kepulauan Sulu.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge