0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Magang ke Jepang

Para korban penipuan LPK Akiba di Sragen menunjukkan bukti laporan polisi dan bukti penyerahan uang (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Puluhan peserta magang kerja di Jepang menjadi korban penipuan Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) Akiba. Mereka yang telah membayar ratusan juta gagal bekerja di Negeri Sakura tersebut. Aksi penipuan LPK Akiba ini menimbulkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Pembayaran itu secara bertahap, melalui pengelola LPK Akiba. Tetapi setelah membayar dengan cara mencari hutangan ke bank, gagal bekerja,” kata salah satu korban penipuan, Murdiatun (22), warga Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Kamis (31/3).

Dalam kasus tersebut, sebanyak 26 orang resmi melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kasus ini pun telah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, dengan terdakwa Pengelola LPK Akiba, Maulana Yusuf, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan.

Murdiatun mengungkapkan, awalnya dia mendapatkan penawaran magang kerja di jepang melalui LPK Akiba. Karena tergiur dengan iming-iming gaji yang diterima menjanjikan, dia lantas membayar uang sebesar Rp 100 juta, hasil pinjaman dari bank.

Korban lainnya, Anisak, warga Banaran, Sambungamacn, mengaku telah menyerahkan uang Rp 80 juta, tetapi juga gagal bekerja di Jepang. Hampir semua siswa LPK Akiba menjadi korban penipuan dari Maulana Yusuf tersebut.

“Kami sangat berharap, kendati proses hukum berjalan uang yang telah disetorkan ke pelaku bisa dikembalikan ke para korban,” harap Anisak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge