0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FSRD UNS akan Bahas Green Laboratory

Dekan FSRD UNS, Ahmad Adib (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —¬†Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan membahas Green Laboratory, di kampus setempat, Jumat (1/4).

“Kami menghadirkan pembicara pakar lingkungan Dr Tisna Sanjaya MSch, Ketua Divisi Hulu Dewan Bambu Indonesia I Wayan Agung Setyawan, Penggerak Lembaga Bambu Nusantara Hijau Das Albantani, Hari Mulyadi dari LPTP Surakarta,” jelas Dekan FSRD UNS, Ahmad Adib kepada Timlo.net saat bertemu di Rektorat UNS, Kamis (31/3).

Green Laboratory, menurut Adib, adalah gerakan yang mengangkat isu-isu lingkungan, baik lokal maupun global dengan pendekatan kebudayaan. Pendekatan ini menjadi penting mengingat isu lingkungan dekat, bahkan pada titik tertentu berkelindan dengan isu kebudayaan.

Cara pandang ini, menurut Adib, akan membuka lorong pengetahuan kita untuk membaca kembali hubungan kita dengan lingkungan dan persoalan di dalamnya. “Paling tidak akan menjadi titik pijak dalam mengkonstruksi pengetahuan kita yang akan menyikapi persoalan-persoalan lingkungan,” terangnya.

Adib mengatakan agenda awal Green Laboratory, di antanya membaca kembali gerakan-gerakan lingkungan dengan membuka ruang-ruang partisipasif warga, komunitas-komunitas lingkungan, pakar lingkungan, akademisi, seniman, budayawan, pengusaha, kaum industrialis maupun pemerintah di dalam gerakan lingkungan.

Agenda awal ini, menurut Dekan FSRD UNS, membuka diskusi bersama untuk memperbincangkan gerakan-gerakan lingkungan sebagai sebuah praktek pengetahuan, ideologi, perlawanan maupun cermin untuk melihat kembali hubungan kita dengan ekosistem yang kian menjauh.

“Sebagai keynote speaker adalah Prof Dr Okid Parama Astirin MS,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge