0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TNI : Pengerahan Pasukan ke Tarakan Hanya Untuk Latihan

Latihan perang (merdeka.com)

Timlo.net — Kabar soal pengerahan pasukan TNI di Tarakan, Kalimantan Utara, dari tiga matra (Angkatan Darat, Laut, Udara), buat operasi pembebasan warga Indonesia disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina, ditepis. Kabarnya, mereka sedang menggelar latihan siaga operasi pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC), buat pengamanan obyek vital kilang minyak di Tarakan.

“Tidak ada arahnya ke situ. Arahnya ke latihan. Jadi, kita samakan persepsi media, luruskan lagi pemberitaan sebelumnya. Sudah direncanakan jauh-jauh hari. Harus diluruskan lagi persepsinya. Sebagai panglima komando adalah Pangkostrad,” kata Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kol Inf Andi Gunawan, Rabu (30/3).

Dikatakan Andi, dalam latihan itu, dibentuk satuan TNI, baik Kostrad, Kopassus, TNI AL dan TNI AU, termasuk Gugus Tempur Armada Kawasan Timur (Guspuraltim), yang terintegrasi dalam satu paket latihan.

“Terlalu jauh kalau soal itu (kedatangan personel TNI untuk operasi pembebasan sandera). Itu masih ranahnya pemerintah, untuk melakukan negosiasi. Soal keterlibatan Kopaska, tergantung dari jenis operasi yang dimainkan dalam latihan tersebut,” ujar Andi.

“Di Tarakan kan ada kilang minyak, obyek vital. Sejarahnya kan itu peninggalan zaman kolonial. Itu kan masih produksi, memberi revenue kepada negara. Perlu ada pengamanan tersendiri, istilahnya uji protap dari ancaman teror. Kalau produksi terganggu, maka APBN terganggu. Itu pengaruh ke hajat hidup orang banyak,” lanjut Andi.

Andi melanjutkan, dengan latihan itu diharapkan jika ada ancaman di Tarakan, TNI sudah dipastikan siap. Mulai dari pola pengamanan, hingga mengatasi gangguan di Tarakan dalam operasi darat, laut, udara.

“Kalau diperlukan operasi lain, tergantung panglima TNI sebagai pengguna. Dalam latihan ini, di Tarakan, dipegang oleh Pangkostrad. Tarakan itu kan masuk wilayah Kodam VI Mulawarman. Kodam menyediakan fasilitas dukungan operasional, logistik, termasuk personel, kalau diperlukan dukungan lebih banyak personal, penggabungan pasukan,” ucap Andi.

Terkait jumlah pasukan TNI dan waktu latihan, Andi mengaku belum mengetahui secara persis.

“Ini masih tahap awal, bertahap. Belum ada lanjutan informasi dari Mabes TNI, berapa keterlibatan personel. Tahap awal, perlu perencanaan. Belum bisa serta-merta langsung operasi latihan,” tutur Andi.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge