0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TSTJ Tetap Harapkan Bantuan Investor

dok.timlo.net/dhefi nugroho
Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Direktur Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) tetap membuka peluang bagi pihak swasta berinvestasi di TSTJ. Keterlibatan pemerintah dan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia bukan berarti pintu investasi tertutup.

“Kami tetap mengharapkan investasi dari pihak swasta. Jadi tidak harus semua ditanggung pemerintah,” kata dia, Rabu (30/3).

TSTJ menyediakan zona komersial bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi. Menurut rencana, lahan tersebut terletak di sebelah Timur TSTJ di tepi sungai Solo ditambah area yang kini berisi shelter Pedagang Kaki Lima (PKL). Luasnya mencapai 3,5 hektar.

“Di sana bisa didirikan arena bermain, untuk kuliner, toko suvenir, atau yang lain sesuai pengajuan calon investor,” terangnya.

Tak hanya calon investor, Bimo juga mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi membangun kembali kebun binatang satu-satunya di Eks-Karesidenan Surakarta itu. Hal itu sesuai dengan misi TSTJ sebagai lembaga konservasi sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Fungsi utama kita kan konservasi, kemudian edukasi. Kalau dua hal itu sudah terpenuhi, baru kita pikirkan keuntungan,” imbuhnya.

Saat ini, mulai banyak pihak yang ingin berpartisipasi membangun TSTJ. Salah satu lembaga filantropi nasional, Dompet Dhuafa berencana memberikan hibah sebesar Rp 250 Juta kepada TSTJ untuk pembangunan shelter PKL. Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga akan membangun tanggul pengatur ketinggian air danau yang berada di tengah TSTJ.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge