0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mendesak, Penggabungan Pemadam Kebakaran Ke BPBD

Petugas Pemadam Kebakaran berjibaku memadamkan api (Ilustrasi kebakaran timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar kembali mengusulkan unit pemadam kebakaran (damkar) agar digabungkan dengan markas BPBD. Alasannya untuk memudahkan dalam koordinasi penanggulangan kebakaran.

”Terkadang personel BPBD sudah sampai ke lokasi, damkar masih perjalanan dan sebaliknya. Ini cukup menghambat proses pemadaman api, mengingat kebakaran biasa terjadi dalam hitungan detik,” jelas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho, Rabu (30/3).

Nugroho menjelaskan, unit PMK saat ini masih berada di bawah koordinasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Usulan penggabungan unit damkar ke BPBD agar penanganan kebakaran bisa lebih efektif dan efisien.

“Cukup mendesak, karena sulitnya koordinasi jika lintas instansi,” jelas Nugroho.

Nugroho menambahkan di antara eks-Karisidenan Surakarta, hanya Karanganyar yang unit damkarnya belum bergabung ke BPBD. Sebelumnya, BPBD sudah mengusulkan penggabungan itu tahun lalu.

”Kalau di bawah komando BPBD, penanganannya diharapkan lebih cepat karena tidak perlu koordinasi lintas instansi. Kabupaten dan kota lain di Solo Raya sudah digabung,” katanya.

Ditambahkan dia, sejumlah wilayah rawan kebakaran di Karanganyar berada dilokasi cukup jauh dari markas. Seperti Gondangrejo dan Colomadu. Hal itu juga harus menjadi perhatian lebih. Belum lagi tiga kecamatan pusat pabrik-pabrik, yakni Kebakkramat, Jaten dan Gondangrejo juga sering terjadi kebakaran.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge