0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Siswi SD Tenggelam di Kedung, Dua Ditemukan Tewas

Korban selamat, Rahmawati (berbaju coklat) saat dimintai keterangan petugas Polsek Simo terkait musibah yang menimpa dirinya dan dua temanya (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tiga siswi kelas IV SD Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang, tenggelam di Kedung Puser, Dusun Gentan, Desa Pentur, Simo, Boyolali, Selasa (29/3) sore. Satu korban berhasil selamat, sedangkan dua siswi ditemukan tewas. Korban Anggi Meilasari (10) warga Dusun Canggal, Kaliwungu, Semarang, baru Rabu (30/3) ditemukan Tim SAR Gabungan di Sungai Kropo, Dusun Bayeman, Desa Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

“Korban kita temukan 2 kilometer dari lokasi tenggelam, dalam kondisi tengkurap dan mengapung,ada luka di kepala, mungkin karena terbentur batu,” kata Komandan SAR BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya.

Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka. Sementara dalam pemeriksaan medis oleh petugas puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban Anggi sendiri berhasil diketemukan setelah pencarian selama 12 jam.

Sementara itu, korban selamat, Rahmawati (10) saat ditemui di rumah duka Anggi, menceritakan, sebelum kejadian, dirinya bersama dua korban, Anggi dan Naysila Oktaviola Fadelia, sejak empat hari ini bermain di Kedung Puser. Mereka berenang di lokasi yang dangkal. Namun saat kejadian, ketiganya mencoba ke lokasi lain, yang disitu terdapat pusaran air dengan kedalaman 4 meter.

“Anggi dulu yang terjun ke sungai trus menghilang, setelah itu Naysila mencoba menolong, tapi gagal, dia juga ikut hanyut,” cerita Rahma didamping guru SD Negeri 1 Kaliwungu.

Rahma sendiri sempat hendak menolong Naysila, sayang pegangan tangannya terlepas. Beruntung, Rahma berhasil diselamatkan seorang petani yang mendengar teriakan minta tolongnya. Koban Naysila sendiri berhasil ditemukan 1,5 jam kemudian didekat lokasi tenggelam.

Menurut Kapolsek Simo, AKP Agung Raharjo, usai ketiganya hanyut, kondisi sungai banjir. Sehingga menyulitkan petugas dan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Pihaknya juga menghimbau agar orang tua lebih mengawasi anak-anaknya dan melarang bermain di sungai apalagi saat musim penghujan seperti saat ini.

“Jangan bermain di sungai dulu, banjir sewaktu-waktu bisa datang,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge