0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Otopsi Jenazah Siyono Tetap akan Dilakukan, Kapan?

dok.timlo.net/aditya wijaya
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan tabur bunga di makam almarhum Siyono di Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Rencana otopsi independen PP Muhammadiyah terhadap jenazah almarhum Siyono, hari ini, Rabu (30/3) ditunda. Namun, otopsi untuk mengetahui penyebab kematian Siyono yang ditangkap Densus 88 Anti Teror pada Selasa (8/3) lalu ini akan tetap berjalan.

“Otopsi akan segera kami lakukan. Akan tetapi kami tidak bisa sebutkan kapan,” ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (30/3).

Kendati ditunda, kata Dahnil, pihaknya sudah menyiapkan tim dokter forensik. Tim tersebut terdiri dari 5-8 dokter forensik yang berasal dari Universitas Muhammadiyah dan Rumah Sakit Muhammadiyah yang ahli forensik. Mereka nantinya akan bekerjasama dengan Komnas HAM.

Ditegaskannya, otopsi tersebut juga sesuai permintaan Komnas HAM. Pasalnya, mereka sudah datang ke kepolisian maupun lembaga resmi negara tapi tidak dapat bantuan mengungkap tragedi Siyono.

“Otopsi kita asumsikan adalah proses independen oleh Muhammadiyah. Selain itu karema permintaan Komnas HAM. Karena tidak digubris oleh aparat formal maka mereka datang ke Muhammadiyah. Maka siapapun yang datang ke Muhammadiyah yang menuntut keadialan akan kami bantu,” tegas Dahnil.

Dari pantauan Timlo.net, setelah melakukan pertemuan tertutup selama 30 menit, Dahnil bersama rombongan lantas melakukan tabur bunga di makam almarhum Siyono. Pertemuan Dahnil dengan keluarga Siyono di Dusun Brengkungan RT 11/05 Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten itu merupakan yang kedua. Sehari sebelumnya, Selasa (29/3) kemarin, istri Siyono, Suratmi, mendatangi kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta. Mereka mengadukan ketidakadilan terhadap suaminya sekaligus meminta perlindungan hukum.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge