0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panglima TNI Bicara Soal Pembebasan 10 WNI yang Disandera

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengaku terus berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Gregorio Pio Catapang Jr, untuk membahas pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militas Abu Sayyaf. Sebab, TNI harus meminta izin terlebih dahulu dengan angkatan bersenjata Filipina soal lokasi penyanderaan.

“Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara. Kemudian sekarang berdasarkan monitor koordinasi chief Filipina Jenderal Daily lokasi ada di negara Filipina, mereka sudah tahu tempat setiap saat koordinasi saya menyampaikan apa pun yang diperlukan kami siap, siap bagaimana urusan saya,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (30/3).

Menurut dia, jika TNI diminta untuk membantu angkatan bersenjata Filipina, pihaknya akan selalu siap. Dia pun terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak Filipina.

Ia juga membantah pasukan TNI sudah berada di Lanal Tarakan, Kalimantan. “Tarakan memang ada pangkalan laut pasukan PPRC sedang melakukan persiapan kegiatan setiap tahun melakukan kegiatan PPRC di sana,” kata dia.

Saat disinggung mengenai persiapan pembebasan, dia enggan menjawab. “Itu urusan saya,” kata dia yang juga menjelaskan bahwa kelompok militan Abu Sayyaf mempunyai banyak pecahan yang terpisah di Filipina. “Kelompok Abu Sayyaf punya faksi banyak, sempalan mana sedang diteliti. Kita hanya bantu saja, ya tukar informasi,” katanya.

Dijelaskan, kapal Pandhu Brahma 12 berangkat dari Banjarmasin membawa batubara menuju Manila dengan dibantu kapal Tongkang. Namun di pertengahan jalan disandera kelompok Abu Sayyaf.

“Kalau latihan bersama Filipina sering. Nggak ada patroli di negara dia negara sendiri patroli bersama di perbatasan tapi dalam hal ini tidak ada masalah,” tukasnya dengan membantah tak ada pergerakan armada ke Filipina. [lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge