0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sosialisasi Pengalihan SMA/K Belum Detail

dok.timlo.net/eko prasetyo
Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia Kota Solo, Asmuni (dok.timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kota Solo, Asmuni mengkawatirkan adanya pengalihan kewenangan SMA/K ke propinsi bisa menyebabkan pemerintah kota/kabupaten menjadi acuh.

“Acuh tak acuh terhadap nasib sekolah, nasib guru-gurunya, terutama nasib guru tidak tetap (GTT), guru honorer, atau pegawai honorer di SMA/SMK tersebut. Misalkan, ada sekolah rusak, bisa jadi Pemkot cuek dan melemparkan permasalahan tersebut ke Provinsi karena merasa bukan urusannya. Dengan dalih SMA/SMK sudah menjadi kewenangan di Provinsi,” ungkap Asmuni saat mengkomentari Pengalihan Kewenangan SMA/K ke Propinsi, di Solo, Selasa (29/3).

Beralihnya kewenangan pengelolaan SMA/SMK tersebut secara umum, menurut Asmuni, juga bakal berdampak besar terhadap perkembangan masing-masing sekolah. Terlebih sosialisasi tentang pengambilalihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK tersebut belum secara detil.

Pengambilalihan tersebut termasuk aset, akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan bagaimana nasib guru-gurunya. Khusus sekolah swasta, nantinya harus menginduk kemana, apakah provinsi atau tetap Pemkot. Pelaksanaan ini juga dapat memunculkan kekhawatiran di kalangan para guru jika tidak ada jaminan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge