0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

’Solo Kota Ramah Demokrasi’ Diusulkan Jadi Tagline Kota Bengawan

dok.timlo.net/daryono
Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tengah menggodog jargon ’Solo Kota Ramah Demokrasi’ menjadi tagline Kota Bengawan. Hal ini tak luput dengan keberhasilan dalam menjalankan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Solo 2015 dengan aman lancar dan tertib.

“Kami menilai, tagline yang diusung tersebut dapat dijadikan sebagai produk nasional,” terang Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi penyelenggaraan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Solo tahun 2015 di kantor KPU Solo, Selasa (29/3).

Agus mengatakan, tagline Ramah Demokrasi dapat diaplikasikan melalui kinerja layanan pemerintahan hingga pelaksanaan di tingkat akar rumput. Dia mengambil contoh, seluruh komponen dari dinas dan SKPD harus melaksanakan apa yang dicirikan dalam ramah demokrasi.

“Dalam penegakan hukum contohnya, Solo ramah terhadap budaya lokal, Solo memiliki gaya santun dan tertib. Lalu, kami wacanakan terus mengemas kegiatan-kegiatan yang menunjukkan sebagai kota ramah demorasi,” kata dia.

Lebih lanjut, terdapat tujuh belas indikator yang mendasari terbentuknya Kota Ramah Demokrasi antara lain penegakan hukum, pergantian kepemimpinan yang prosedural, berbudaya santun serta tidak adanya money politic. Hingga kini komisioner KPU tengah menyusun perangkat yang dibutuhkan untuk mewujudkan penggunaan tagline tersebut.

“Saat ini kota Solo sibuk dengan bersolek secara fisik. Kedepan kami ingin pembangunan sumber daya manusia lebih diutamakan,” terang Agus.

Sementara itu acara FGD sendiri mengevaluasi seluruh tahapan pemilihan kepala daerah yang berlangsung akhir tahun 2015 silam. Di forum tersebut muncul sejumlah permasalahan yang harus segera diselesaikan karena mendekati ajang Pilkada Gubernur Jawa Tengah 2018 dan Pemilihan Legislatif setahun kemudian. Salah satunya adalah pemutakhiran data pemilih yang selalu memunculkan banyak polemik yang pelik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge