0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, Depo Penyimpanan Arsip Overload

timlo.net/aditya wijaya
Pemandangan depo penyimpanan arsip Kantor Arsip dan Perpustakaan Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Banyaknya arsip permanen yang disimpan Kantor Arsip dan Perpustakaan (KAP) Kabupaten Klaten membuat kapasitas depo melebihi ambang batas alias overload. Akibatnya, proses pemilahan arsip dilakukan hingga di luar bangunan depo.

“Kebutuhan menyimpan arsip (depo) sudah tidak bisa ditawar lagi. Katakan SKPD tiga bulan sekali setor (arsip), mau ditaruh di mana. Kelakon ngedeke (dipastikan mendirikan) tenda. Lha enggak muat,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Arsip KAP Klaten Purbadi, Selasa (29/3).

Dari pantauan di kantor yang terletak di Jalan Lombok no 2 Kanjengan, Kelurahan Kabupaten ini terlihat puluhan karung dan dokumen teronggok begitu saja di lantai dasar. Sedangkan dokumen penting lainnya yang diwadahi ratusan kardus bernomor ditempatkan di deretan rak. Pemandangan serupa namun lebih rapi juga terlihat di lantai atas.

Dikatakan Purbadi, sedikitnya ratusan karung berisi berkas rutin masuk ke KAP tiap 1-2 tahun. Paling banyak adalah berkas dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Bagian Pemerintahan Setda Klaten, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Bangunan depo terdiri dua lantai dengan ukuran per lantainya 15×10 meter. Karena depo sudah tidak muat, untuk sementara berkas yang belum dipilah ditumpuk saja di luar ruangan tapi beratap seng. Baru nanti ketika dipilah diambil sedikit-sedikit dimasukkan ke dalam,” katanya.

Hal senada juga disampaikan, Nina Sukmanawati, petugas arsip KAP Klaten. Diungkapkan, pembangunan depo baru untuk merawat ‘harta’ dokumen SKPD se Klaten ini sudah sangat mendesak.

“Overload sudah sejak 2014. Maka tumpukan berkas di luar juga terpaksa kami tutup pakai terpal supaya tidak terkena hujan. Harapan kami depo baru nanti sudah berstandar penyimpanan arsip seperti ruangan tertutup, ber-AC, pengatur kelembaban suhu, dan ruang fumigasi,” ungkap Nina.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge