0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembajak Kapal WNI Minta Uang Tebusan

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengumumkan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, Filipina. Sebanyak dua kapal berbendera Indonesia dan 10 awak kapal disandera.

Pemerintah RI masih berkoordinasi dengan otoritas Filipina untuk membebaskan sandera. Pihak perusahaan kapal sendiri sudah ditelpon penyandera dan diminta sejumlah uang tebusan.

“Pihak pemilik kapal baru mengetahui terjadi pembajakan pada tanggal 26 Maret 2016, pada saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf. Dalam komunikasi melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak/penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, Selasa (28/3).

Pria yang kerap disapa Tata menyebutkan, pihak perusahaan sudah dua kali ditelepon oleh penyandera sejak 26 Maret lalu. Tidak disebutkan berapa besar jumlah uang yang diminta penyandera kepada pemilik kapal.

Meski demikian, Tata menjelaskan jika satu dari dua kapal yang dibajak sudah dilepaskan.

“Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan saat ini sudah di tangan otoritas Filipina. Sementara itu kapal Anand 12 dan 10 orang awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya,” tutur Tata.

Untuk menangani kasus ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina, termasuk dengan Menlu Filipina.

Tata juga mengatakan pihaknya lebih mementingkan keselamatan 10 WNI yang disandera.

“Prioritas saat ini adalah keselamatan 10 WNI yang disandera,” seru dia.

Pihak perusahaan sejauh ini juga telah menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga 10 awak kapal yang disandera.

Dua kapal Indonesia, kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang membawa 7.000 ton baru bara serta 10 awak kapal dibajak oleh orang yang mengaku berasal dari kelompok pemberontak Filipina Abu Sayyaf.

Saat dibajak kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Batangas Filipina Selatan. Tidak diketahui persis kapan kapal dibajak.

[pan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge