0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Yuk… Adopsi Satwa di TSTJ

timlo.net/ichsan rosyid
Kijang tutul salah satu koleksi TSTJ Solo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) mengajak masyarakat ikut membantu memelihara satwa melalui program adopsi satwa. Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban pemeliharaan binaang TSTJ.

“Beban pemeliharaan satwa di TSTJ tidak ringan. Untuk ular pithon saja kita butuh kambing satu ekor sekali makan,” kata Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, Senin (28/3).

Ia menjelaskan, program tersebut tidak berarti masyarakat dapat membawa pulang satwa untuk dipelihara. Dalam prakteknya, TSTJ menanti bantuan dari berbagai pihak untuk menjamin kesejahteraan binatang. Binatang tetap dipelihara di TSTJ.

“Bisa memberi bantuan apapun, batu bata pun kita terima. Bisa kita gunakan untuk memperbaiki kandang, anggaran perbaikan kandang kita alihkan untuk makanan. Tinggal kita putar-putar saja,” kata dia.

Ia mengakui, hingga saat ini program tersebut belum berjalan optimal karena terkendala minimnya sosialisasi. Hal itu disebabkan keterbatasan sumber daya manusia TSTJ sehingga tidak bisa menjangkau banyak kalangan. Selain itu, banyak kalangan menilai TSTJ sudah bisa memenuhi kebutuhannya.

“Padahal kita di sini tidak hanya mencari untung. Prioritas utama kita justru di pelestarian satwa dan itu butuh biaya banyak. Setelah itu edukasi masyarakat, baru kita mikir untung,” terangnya.

Kendati demikian, perkembangan belakangan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mulai banyak perusahaan dan lembaga yang membantu TSTJ. Selama bulan April mendatang, setidaknya ada tiga pihak yang akan beraktifitas di TSTJ.

“Ada dari Ikatan Warga Gunung Kidul dan TNI Angkatan Udara mau kerja bakti. Dari Dompet Dhuafa juga akan memberi bantuan shelter pedagang,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge