0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Pembongkaran Taman City Walk, KPPS Somasi Rudy

timlo.net/achmad khalik
Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim saat melakukan pengecekan di taman city walk Jalan Slamet Riyadi Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Komunitas Pecinta Pohon Surakarta (KPPS) melayangkan somasi kepada Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, terkait rencana pembongkaran taman city walk di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo. Jika Rudy ingin memperbaiki saluran drainase yang berada dibawah city walk, jangan sampai mengganggu keberadaan taman tersebut.

“Kalau taman disana hilang, dipastikan polusi akan meningkat,” Ketua Presidium KPPS, Muhammad Taufik, Senin (28/3) siang.

Menurut dia, Rudy berpotensi melanggar UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 69 poin 1a. Dalam UU tersebut dijelaskan larangan bagi setiap orang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Selain itu Rudy juga dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) kota Surakarta Nomor 2 tahun 2006 tentang Pengendalian Lingkungan Hidup Pasal 57. Berdasarkan pertimbangan tersebut, diharapkan Rudy mengurungkan keinginannya untuk melakukan pembonggakaran taman city walk.

“Ini bisa dibawa ke ranah pidana,” terang Taufik.

Disinggung ancaman yang dikenakan, lanjut Taufik, berdasarkan Perda Kota Solo Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Pengedalian Lingkuhan Hidup Pasal 68 tersangka dijerat dengan pidana kurungan enam bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 50 Juta. Somasi tertanggal 28 Maret 2016 tersebut juga ditembuskan ke Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Ketua DPRD Kota Solo.

Terpisah, Forum Solo Hijau sangat mendukung upaya hukum yang dilakukan KPPS. Upaya tersebut, dinilai sebagai tindak lanjut dari aksi masyarakat dalam menentang rencana pembongkaran taman city walk. Forum yang juga sempat beraudiensi dengan DPRD tersebut menganggap Pemkot sudah tidak mempedulikan aspirasi dari masyarakat.

“Sepertinya gak ada itikat baik Pemkot untuk mengurungkan niat mereka (pembongkaran taman-red). Saya kira langkah ini perlu sebagai tindak lanjut,” kata Bidang Komunikasi dan Media Forum Solo Hijau, Miftahul Arrozaq.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge