0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satpol PP Kesulitan Membina Anak Punk

timlo.net/aditya wijaya
Spanduk berisi larangan anak Punk berkeliaran di Dusun Ngangkruk RW 05 Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten mengaku kewalahan membina anak Punk yang berkeliaran di sepanjang ruas jalan di Kabupaten Klaten. Hal itu menyusul adanya spanduk larangan bagi anak Punk di simpang tiga Bendogantungan.

“Ya kami mengapresiasi langkah masyarakat (pemasangan spanduk). Karena kami sudah berulang kali melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat), namun anak Punk tak juga kapok,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Poniman mewakili Kepala Satpol PP Klaten Slamet Widodo, Senin (28/3).

Mulai dari traffic light Prambanan hingga Delanggu, dikatakan, menjadi titik kumpul anak Punk maupun pengemis, pengamen, hingga gelandangan. Kehadiran mereka secara liar merupakan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) No 4/1993 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3).

Disisi lain, selama ini pihaknya terus menggalakkan razia. Namun, setelah didata, dibina, dan dipulangkan, mereka kembali lagi di jalanan. Bahkan pertengahan Februari lalu, Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Klaten sempat menggelandang sejumlah anak Punk lantaran terlibat perkelahian dengan suporter sepakbola asal Surabaya di dekat Sub Terminal Bendogantungan.

“Campur-campur, ada yang sudah menikah dan putus sekolah. Untuk solusinya sulit, terutama yang laki-laki mau dikemanakan. Kalau yang perempuan tinggal dikirim di panti rehabilitasi Wanita Utama di Solo. Sedangkan yang laki-laki pernah malam hari kita kirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Kartini di Tawangmangu, eh paginya sudah terlihat di jalanan kembali. Memang disana pagarnya terbuka, gampang untuk kabur, tapi kalau mau tinggal bisa disekolahkan hingga setingkat SLTA,” ucap Poniman.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Ngangkruk RW 05, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, resah dengan kehadiran anak Punk. Sehingga mereka memasang spanduk berbunyi ‘Jangan Berkeliaran Dikampung Kami !!!.’

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge