0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terbentur Aturan Perusahaan, Peserta UN Kejar Paket Tak Maksimal

(Ilustrasi) Pelaksanaan UN Kejar Paket C (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Berdasarkan pengalaman, jumlah peserta Ujian Nasional (UN) Kelompok Belajar (Kejar) Paket terutama B dan C, selalu tidak maksimal. Bahkan, seperti tahun sebelumnya, peserta UN Kejar Paket hanya sekitar 50 persen yang hadir.

“Alasan yang diutarakan para peserta yang tidak ikut ujian, sama. Gara-garanya, perusahaan tempat mereka bekerja, tidak memberikan ijin tidak masuk bekerja untuk mengikuti ujian,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (Kabid PNFI) Disdik Wonogiri, Sarwono, Senin (28/3).

Data dari Disdik Wonogiri, pada UN 2015, dari 700-an peserta Kejar Paket B dan C, lebih dari setengahnya, yakni 400-an di antaranya tidak mengikuti ujian. Mereka kesemuanya telah bekerja di sejumlah perusahaan dalam dan luar Wonogiri.

Dirinya pun mengaku prihatin. Sebab semestinya, pihak perusahaan memberikan ijin beberapa hari kepada karyawannya untuk mengikuti ujian, menurut dia, semua demi kepentingan karyawan yang bersangkutan. Tak mau semua ini terjadi, pihaknya telah jauh hari menghubungi pihak perusahaan dimana para peserta UN Kejar Paket bekerja. Intinya mengimbau agar perusahaan memberikan ijin kepada karyawan mereka untuk mengikuti UN.

“Kalau pengetahuan dan pendidikannya bertambah, otomatis kinerja juga meningkat,” ujarnya.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wonogiri, Sutarto menegaskan tidak mempermasalahkan jika ada karyawan yang menjadi peserta UN. Sah-sah saja ketika seorang karyawan ingin memperbaiki taraf pendidikan dengan mengikuti ujian kesetaraan.Namun sejauh ini,pihak nya belum mengetahui, apakah pihak dinas sudah memberikan tembusan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

“Kalau kami tidak mempermasalahkan, kalau mau mengikuti ujian ya silakan,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge