0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemdes Berharap Temuan Situs Purbakala Jadi Aset Desa

dok.timlo.net/nanin
Penggalian benda purbakala (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemerintah Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, berharap temuan situs purbakala di Dusun Gunung Wijil, bisa menjadi aset desa. Saat ini, warga masih terus melakukan pengalian di lokasi, meski Balai Pelestarian Cagar Budaya sempat menghimbau untuk sementara penggalian dihentikan.

“Kami ingin semua temuan bisa menjadi aset desa dan menjadi icon baru,” kata Kades Giriroto, Purwanto, Senin (28/3).

Dijelaskan, desa punya kewenangan penuh untuk mengelola semua potensi yang ada, seperti yang tertulis dalam UU Desa. Pihaknya juga berharap dua arca temuan yang dibawa BPCB Jateng, bisa dikembalikan lagi ke desa. Rencananya, benda-benda purbakala tersebut akan disimpan sebagai penunjang wisata di Giriroto.

Sementara itu, menanggapi keinginan Pemdes Giriroto, Kasi Pelestarian Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jateng, Gutomo, ada banyak pertimbangan untuk mewujudkan keinginan Pemdes Giriroto. Namun, Pemdes Giriroto mempunyai peluang untuk mengelola situs dan benda purbakala yang ditemukan di Gunung Wijil.

“Desa bisa tidak mengamankan, melakukan pemeliharaan dan perawatan,harus dikaji dulu,” ujarnya.

Rencananya, Selasa (29/3) besok, tim BPCB akan meninjau kembali lokasi sebelum nantinya dilakukan pengalian. Situs dan benda purbakala berupa dua arca, yoni, batu dengan relief wayang tokoh Janaka dan struktu batu bata kuno yang diduga candi, ditemukan di areal persawahan milik Sumarno dan Haji Soleh, warga Kismoyoso, Ngemplak. Arca temuan tersebut diduga berasal dari jamna Hindu abad 8 Masehi hingga 12 Masehi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge