0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dampak Jika Anda Ber-Kaki Bebek

dok.timlo.net/achmad khalik
Pengunjung CFD mencoba pengecekan flat foot yang diselenggarakan mahasiswa Fisioterapi UMS (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Banyak di antara masyarakat tidak menyadari dampak flat foot atau kaki bebek. Saat telah terlambat, mereka baru sadar staminanya selalu terkuras ketika melakukan perjalanan jauh dengan jalan kaki.

Seperti yang dialami oleh Susanto (43). Pria berperawakan pendek ini sempat mencoba pengecekan flat foot yang diadakan mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/3). Setelah mengetahui hasilnya, bapak dua putra ini baru sadar kalau dirinya mengalami kaki bebek.

“Saya baru tahu kalau kaki saya dianggap bermasalah. Selama ini saya nggak merasakan ada kelainan apa-apa,” ungkap Susanto dengan nada heran.

Berdasarkan hasil yang diterima, dia disarankan untuk memakai sepatu yang beralas tebal. Biar saat berjalan jauh tidak gampang capek.

Bersama Susanto, puluhan pengunjung CFD menjajal pengecekan fisik serupa. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Sejumlah stan pengecekan lain, yakni pemeriksaan postur tubuh, tekanan darah dan pos donor darah, juga bergantian diserbu warga.

“Kami memang tengah mengenalkan metode pengecekan flat foot dan postur tubuh kepada masyarakat. Biasanya sasaran pengecekan ini adalah anak-anak. Meskipun tidak tertutup juga orang dewasa melakukannya,” terang panitia kegiatan, Septyandi Ramadhan.

Menurut dia, pengecekan fisik tersebut berguna sebagai deteksi dini bagi kesehatan.

“Memang kelihatannya sepele. Tapi kalau flat foot diketahui sejak anak-anak, maka bisa dilakukan terapi sehingga kaki kembali normal saat mereka dewasa,” jelasnya.

Bentuk telapak kaki yang normal, lanjut Septyandi, harus memiliki ruang antara kaki dengan tanah. Artinya terdapat lengkungan di mana tidak seluruh bagian telapak menempel ke permukaan tanah, saat mereka berdiri. Lengkungan itu berfungsi untuk menciptakan keselarasan bagi anggota tubuh bagian bawah, panggul dan punggung bawah.

“Makanya, orang dengan kaki bebek lebih mudah capek kalau jalan dan keseimbangannya berkurang,” terangnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge