0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menikmati Manisnya Durian Pogog yang Laris di Mall

Durian asli Dusun Pogog Desa Tenggara, Kecamatan Puhpelem (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Durian asli Dusun Pogog, Desa Tenggar, Kecamatan Puhpelem saat ini banyak diburu para penggemar durian. Pasalnya, daging buahnya tebal dan lembut, warnanya kuning keemasan, serta rasanya juga manis menggoda. Bahkan warga setempat mengklaim, kwalitas durian ini lebih hebat daripada durian impor sekalipun.

Varietas lokal ini memang baru dikembangkan oleh warga setempat sekitar tujuh tahun lalu. Kini warga sudah menikmati hasilnya. Yang menjadi daya tarik adalah, umur tanaman untuk berbuah relatif pendek.

“Umur tujuh tahun, sudah panen tiga kali, dengan hasil seperti ini masyarakat sekitar mulai tertarik budidaya durian Pogog,” ujarnya Rimo (44) Ketua Kelompok Tani Unggul Jati Dusun Pogog, Minggu (27/3).

Rimo menjelaskan, sebelum dibudidayakan secara serius, desa ini memang sudah ada pohon durian yang berumur hingga puluhan tahun. Itupun jumlahnya hanya puluhan batang saja. Warga setempat awalnya tidak tertarik untuk menggeluti secara serius. Pada tahun 2009 silam, sejumlah warga mulai merintis penanaman durian asli Pogog ini.

Lantas, kata dia, para pegiat ini membuat bibit durian unggul yang berasal dari pohon durian yang sudah ada. Hasilnya, ribuan batang bibit durian berhasil ditanam di hampir seluruh pelosok dusun setempat. Bahkan seiring berjalannya waktu, jumlah pohon durian yang ditanam ini semakin bertambah banyak.

”Bahkan warga desa lain sudah ikut-ikutan menanam durian pogog ini,” katanya bangga.

Selain soal rasa, keunggulan lain durian ini adalah bobot durian yang fantastis. Sebuah durian bisa mencapi sembilan kilogram. Sedangkan berat tata-rata setiap buah berkisar 5,5 kilogram. Setiap pohon ukuran sedang bisa menghasilkan 6-7 buah durian, sedangkan pohon ukuran besar dan sudah berumur puluhan tahun, dapat menghasilkan 25-29 buah durian.

”Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi itu adalah resep kami agar durian yang dihasilnya besar-besar. Saat berbuah, durian ini ada perlakuan khusus agar buah menjadi besar,” paparnya.

Dia melanjutkan, yang paling utama adalah penjarangan buah. Apabila buah durian tersebut bergerombol dalam satu dahan, harus dijarangkan. Sisakan satu buah agar besarnya nanti maksimal. Selain itu, dipupuk dan disiram air secara teratur.

Tentang pemasaran, ujarnya, warga tidak kesulitan. Setiap musim buah durian, warga didatangi pengepul durian. Bahkan tidak jarang para pembeli dan penikmat durian datang langsung ke kebun untuk memetik buah yang diinginkan.

”Kalau yang beli pengepul, biasanya dijual ke mall. Setiap buah harganya dipukul rata Rp 40 ribu per kilogram. Itupun kami masih kewalahan melayani orderan,” jelasnya.

Soal kwalitas, pihaknya mengklaim durian Pogog lebih baik daripada durian impor. Pasalnya, durian Pogog ini dijamin matang pohon, sehingga rasanya lebih lezat dan nikmat.

“Biasanya durian impor itu matangnya baru 85 persen. Tapi kalau di sini benar-benar matang pohon, bahkan pembeli bisa membuktikan dengan memetik sendiri di pohon,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge