0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temon Holic Wonogiri, Kamu di Mana?

foto: Tarmuji
Komunitas Temon Holic (foto: Tarmuji)

Wonogiri – Belakangan nama komunitas satu ini mulai meredup di Wonogiri. Tak seperti setahun lalu, komunitas yang beranggotakan anak-anak muda doyan joget ini memenuhi setiap ada pentas orkes dangdut. Komunitas Temon Holic, komunitas joget asyik ini seiring waktu berjalan bak nyala obor tertiup angin.

Dulu, setiap ada pentas orkes dangdut mereka tak pernah absen. Dengan seragam kaos warna merah hitam, celana borju dengan topi dibalik, membuat setiap mata pengunjung terfokus pada gerakanĀ  mereka yang terbilang unik dan atraktif.

Bahkan, saat helatan Pilkada 2015 lalu, komunitas ini pun menjadi event perlombaan oleh salah satu kandidat calon Bupati Wonogiri.

Demam Temon Holic pun menjangkiti setiap laman media sosial. Ratusan jempol telah menghiasi laman beberapa situs yang diunggah dalam akun YouTube.

“Sekarang sudah jarang ada pasukan joget Temon Holic di setiap ada pertunjukan orkes dangdut. Mungkin mereka sudah mulai bosan,” ungkap warga Wonogiri, Choirl, Sabtu (26/3).

Kemunculan Temon Holic, sebenarnya membawa dampak positif bagi anak-anak remaja.

“Selain memberi hiburan, komunitas ini juga anti tawuran,” jelasnya.

Sebenarnya komunitas pecinta joget dangdut yang kali pertama diciptakan oleh warga Klaten ini sempat membumi di Wonogiri. Dari usia remaja sampai anak-anak turut terjangkit joget damai ini.

“Mereka itu yang penting diijinkan joget sudah senang. Wong terkadang meminta ijin terlebih dahulu sama pemilik hajatan kok, jadi tidak asal nyelonong masuk begitu saja,” terangnya.

Namun, seiring waktu berjalan, komunitas ini jarang terlihat. Salah satu pentholan Temon Holic Baturetno, Ardi mengatakan, jika akhir-akhir ini komunitasnya jarang muncul, hal itu disebabkan kesibukan mereka masing-masing di sekolahnya.

Komunitas Temon Holic di Baturetno sendiri ada puluhan kelompok. Hampir setial desa, kelompok remaja membentuk komunitas Temon Holic. Tak bisa dipungkiri, musik dangdut merupakan hiburan yang merakyat dan bahkan sudah mendarah daging di semua lapisan masyarakat Wonogiri.

Sementara komunitas yang dipimpin Ardi sendiri terdiri dari sepuluh orang. Mereka semua merupakan pelajar SMP dan SMA.

“Sebentar lagi kan ujian nasional, dan ada yang lagi ujian sekolah jadi kita sudah hampir tidak ada waktu untuk hunting hiburan dangdut mas,” tambahnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge