0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Corat-coret Tembok, Delapan Sekawan Dihukum Seperti Ini

Delapan bocah yang tertangkap warga Gergunung, Klaten Utara, menjalani hukuman membersihkan tembok (foto: Aditya)

Klaten – Delapan anak baru gede (ABG) tertangkap basah sedang mencorat-coret tembok. Akibatnya, mereka disanksi warga Kampung Margomulyo, RT 1/11, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, dengan membersihkan ulang hasil vandalismenya tersebut.

“Ketahuannya hari Kamis (24/3) malam Jumat, ketika mereka sedang mencoret-coret rumah milik warga saya, Heri,” ujar ketua RT 1, Hadi Sapto Rahayu, Sabtu (26/3).

Hukuman itu, menurut dia, bertujuan untuk membuat jera pelaku. Pasalnya, warga sudah muak dengan aksi corat-coret tembok yang tak sedap dipandang mata.

Maka sudah satu bulan terakhir warga berusaha menjebak pelaku. Namun lantaran dilakukan pada malam atau dini hari, mereka berhasil lolos.

“Di tempat kami ada 90 kepala Keluarga (KK) dan sebagian besar tembok rumahnya telah dicorat-coret. Maka setelah kami tangkap, mereka kami minta membersihkan dan mengecat ulang tembok,” imbuh Sapto.

Namun warga yang sudah kesal akhirnya menangkap basah delapan sekawan itu. Mereka akhirnya disuruh membersihkan dan melakukan pengecatan ulang tembok yang dicorat-coret.

“Sudah kami intip selama lebih kurang sebulan belakangan. Namun mereka selalu lolos, karena aksi mereka dilakukan pada malam hari.

Adapun, kedelapan bocah itu berasal dari sekolah yang sama. Diantaranya, AF, JF, FRA, FRI, JBR, AG dan OK serta AGR.

Salah seorang pelaku vandalisme, AF (12) mengaku, hanya mencorat coret tembok warga setempat dengan menulisan inisial namanya. Ia melakukan karena iseng semata.

“Saat itu ketangkapnya sekitar pukul 23.00 WIB. Patungan beli cat semprot sebesar Rp 18 ribu, saya hanya ikut-ikutan saja,” ujar dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge