0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPU Kebut Perijinan TPA Gemampir

foto: Aditya
TPA Joho, Klaten (foto: Aditya)

Klaten – Upaya Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten memperpanjang penggunaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Joho, Kecamatan Prambanan bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, warga masyarakat setempat menolaknya.

“Memang masih ada pro kontra. Upaya perpanjangan melihat suhu politik disana. Kalau kondusif dan bisa menerima ya diteruskan di Joho,” ujar Kepala DPU ESDM Klaten Abdul Mursyid, Jumat (25/3).

Pihaknya masih mengupayakan perpanjangan TPA Joho dengan menyasar lahan kritis di sebelah lokasi TPA sekarang ini. Sembari menunggu proses perijinan lahan TPA di Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, yang baru sampai pembahasan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) di Badan Linkungan Hidup (BLH).

Dikatakan, saat ini Klaten masih menggantungkan TPA Joho untuk menampung sampah-sampah dari masyarakat setiap harinya. TPA seluas 7.000 meter persegi itu diperkirakan sudah habis daya tampungnya dalam waktu dekat.

“Menyelesaikan (kontrak Joho) sampai selesai, kalau tidak bisa diperpanjang ya sudah. Tapi kalau tidak ya kami selesaikan kontrak yang tinggal 1-2 bulan ini. Kalau Gemampir selesai perizinannya, bisa langsung dipakai,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Joho, Hartono menyatakan, masyarakat sudah sepakat menolak perluasan lahan TPA Joho dalam bentuk apa pun. Sebab, sesuai kesepakatan, setiap membuang sampah seharusnya DPU selalu menguruk dengan tanah paling lama dua pekan. Tapi fakta di lapangan, hampir beberapa bulan sampah tidak diuruk.

“Prinsipnya kami hanya mengikuti kehendak masyarakat. Sikap penolakan paling banyak datang dari RW 2, terutama dari RT 4 dan RT 5. Ada dampak bau menyengat dari sampah yang tidak segera diuruk,” ucap Hartono.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge