0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Klaten Optimis Raup Pajak Pasir Merapi Rp 1,5 Miliar

Ilustrasi Penambangan pasir (dok.timlo.net/red)

Klaten — Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten mengusulkan penyesuaian tarif pajak tambang galian golongan C diperkirakan menjadi Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu dari tarif awal Rp 10 ribu per rit. Kendati demikian, usulan tersebut masih tarik ulur di jajaran eksekutif.

“Masih proses di asisten (Setda Klaten). Kami sudah siap untuk sosialisasi, tapi belum ada payung hukum yang kuat untuk itu,” terang Kepala Seksi (Kasi) Penagihan DPPKAD Klaten Harjanto Hery Wibowo, Jumat (25/3).

Dikatakan, penyesuaian Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu dihitung dari harga jual pasaran sekitar Rp 600 ribu per rit. Satu rit berisi empat meter kubik, maka harga jual per meter kubik Rp 125 ribu. Sesuai perda, tarif pajak galian C Kali Woro sebesar 25% dari harga jual per meter kubik.

Usulan penyesuaian tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan. Di antaranya, kemampuan penambang legal, peningkatan pelayanan publik oleh Pemkab Klaten, dan penertiban tambang ilegal.

Kendati demikian, kata dia, penyesuaian tarif pajak tambang galian golongan C sulit dilakukan jika tidak dibarengi dengan penertiban tambang ilegal. Pasalnya, harga jual tambang ilegal lebih murah ketimbang tambang legal. Maka pihaknya masih melakukan pendekatan ke delapan pengusaha tambang legal.

“Tahun 2016 ini kami optimis ada peningkatan lagi karena dari target Rp 750 juta sampai sekarang ini sudah mencapai 70%. Di APBD Perubahan akan kami optimalkan lagi. Apalagi nanti dengan penyesuaian itu kami optimis pendapatan pajak galian C bisa sampai Rp 1,5 miliar,” kata Harjanto.

Untuk diketahui, Pemkab Klaten pada awalnya sudah menetapkan tarif pajak pasir Rp 20 ribu untuk satu ritsesuai SK (surat keputusan) Bupati. Berjalannya waktu, terjadi gejolak di usaha penambangan sehingga Bupati memberi keringanan sebesar 50 persen atau Rp 10 ribu untuk tiap rit. Adapun pendapatan pajak galian C Kali Woro tahun 2015 mencapai Rp 1,1 miliar, naik 44% dari target Rp 750 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge