0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perjamuan Terakhir Yesus Tidak Memakai Meja Besar

Perjamuan terakhir. (Dok: Timlo.net/ Newser.)

Timlo.net— Gambaran the Last Supper atau Perjamuan Terakhir yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci menunjukkan Yesus dan 12 muridNya duduk di sekitar sebuah meja besar untuk menikmati perjamuan terakhir sebelum penyaliban. Sementara roti dan minuman anggur menjadi menu dari perjamuan itu.

Ternyata menurut dua arkeologis dari Italia gambaran ini kurang akurat. Discovery mengutip pernyataan kedua ahli itu, Generoso Urciuoli dan Marta Berogno yang meneliti tulisan-tulisan kuno Yahudi, Roma kuno, bangunan bawah tanah, dan penggambaran tentang perjamuan lain dalam Alkitab. Mereka menyelidiki apa makna perjamuan itu dan bagaimana perjamuan itu dimakan di Yerusalem di era Yesus hidup.

“Alkitab membahas apa yang terjadi selama (Perjamuan Terakhir) tapi tidak menjelaskan secara detil apa yang Yesus dan 12 muridnya makan,” kata Urciuoli. Selain roti tanpa ragi dan minuman anggur, makan malam terakhir Yesus sebelum disalib diperkirakan meliputi daging domba, rebusan kacang, sayuran, buah zaitun dan saus ikan.

Mereka tidak duduk di sebuah meja bundar yang besar, tapi duduk di lantai, bersandar pada bantal atau alas. Makanan dan minuman diletakkan di sebuah meja kecil. Piring, dan mangkok yang digunakan kemungkinan terbuat dari batu. Urciuoli berkata jika lukisan Da Vinci tidak akurat karena berdasarkan makna simbolis dan dipengaruhi oleh ritual Katolik selama berabad-abad.

Sementara untuk anggur yang diminum, seorang ahli agama menyatakan jika anggur itu adalah minuman anggur Amarone.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge