0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepi Wisatawan, Pedagang Makanan Khas Selo Resah

timlo.net/nanin
Kedai Mbah Jadah Karto, sepi pembeli (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kerusakan jalan di Jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB), Kecamatan Selo, mengakibatkan jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis. Akibatnya, sejumlah pedagang makanan terpaksa menurunkan produksinya.

”Biasanya sehari kami memproduksi 30 kilogram sekarang hanya Rp 10 kilogram. Sejak jalan rusak, tidak ada wisatawan yang datang. Kebanyakan pembelinya warga sini-sini saja (lokal),” kata Suti, pengelola kedai Jadah Mbah Karto, yang berada di Jalur utama SSB, Jumat (25/3).

Padahal, sebelum jalan SSB rusak parah, setiap hari pasti ada pembeli dari luar Selo yang datang. Kedai jadah Mbah Karto yang berdiri sejak tahun 1970-an ini, memiliki pelanggan tidak hanya dari Boyolali namun juga dari Salatiga, Semarang dan Solo Raya.

“Biasanya yang datang rombongan naik sepeda, mampir kesini, ada yang dimakan di sini ada yang dibawa pulang,” tambahnya.

Hal senada juga diakui Giyarti, pemilik warung makan di barat Polsek Selo. Sejak jalan rusak, tak banyak warga luar yang datang ke warung makannya. Namun, Giyarti sempat diuntungkan dengan maraknya truk-truk pasir yang melintas. Karena tidak jarang, para sopir truk berhenti untuk makan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge