0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Diminta Hentikan Penggalian Lokasi Temuan Candi

Pengalian lokasi temuan situs candi di Dukuh Gunung Wijil, Desa Giriroto, Ngemplak, dihentikan dan lubang kembali ditutup untuk menjaga keaslian situs (timlo.net/nanin)

Boyolali — Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng meminta agar lubang temuan situs cagar budaya Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali untuk sementara kembali ditimbun dan tidak dilanjutkan pengalian. Hal ini Untuk menjaga agar yang diduga berupa candi tidak berubah.

“Nanti pengalian akan kita lakukan awal April oleh balai Arkeologi,” kata Staf BPCB Jateng, Bagus Mujianto, Jumat (25/3).

Sementara itu, Kasi Pelestarian Pengembaangan dan Pemanfaatan BPCB Jateng, Gutomo, menambahkan, dua arca yang ditemukan merupakan peninggalan abad 8 Masehi jaman Hindu. Kesimpulan awal ini diambil dari batu bata yang digunakan. Dimana penggunaan batu bata pada temuan cagar budaya digunakan saat peradaban Mataram kuno pindah ke wilayah Jawa Timur.

“Di Jawa Tengah sudah banyak temuan candi dengan batu bata namun belum populer,” ujarnya.

Namun untuk memastikan identifikasi jenis situs tersebut, pihaknya berencana melakukan penggalian situs sekitar awal April mendatang. Di Boyolali memang termasuk wilayah konsentrasi tinggi untuk temuan situs dan benda purbakala. Situ-situs serupa ditemukan di Kecamatan Sawit, Kecamatan Mojosongo, hingga di wilayah Kecamatan Musuk di Lereng Merapi. Namun untuk di Kecamatan Ngemplak, baru situs ini saja yang ditemukan.

Saat ini, lokasi situs sudah digali oleh masyarakat sepanjang 10 x 10 meter persegi dengan kedalaman sekitar satu meter. Selain struktur bangunan batu-bata arca, ditemukan pula sebuah yoni. Namun kondisinya sudah pecah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge