0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Masih Nekat Buang Sampah ke Sungai

dok.merdeka.com
Sungai penuh sampah (dok.merdeka.com)

Solo – Penerapan Peraturan Daerah (Perda) No 3/2010 tentang pengelolaan sampah belum dapat menghentikan warga untuk membuang sampah di sungai. Meskipun diancam denda Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan, masih saja ada warga yang melakukan hal itu.

“Hampir setiap hari masih ada yang buang sampah di sungai. Biasanya sambil berangkat kerja atau pergi ke pasar,” kata seorang warga yang tinggal di dekat Pintu Air Demangan, Rofiah (32), Kamis (24/3).

Menurut dia, warga sekitar sungai justru tidak pernah membuang sampah di sungai. Pelaku kebanyakan berasal dari daerah lain. Warga sekitar pintu air Demangan sudah memiliki tempat sampah masing-masing di depan rumah. Setiap pagi, sampah tersebut diambil oleh tukang sampah.

“Kalau warga sini sendiri sudah tahu hukuman membuang sampah di sungai. Sudah ada sosialisasi dari pak RT,” kata dia.

Sementara itu, di Kali Jenes, Laweyan, masih sering didapati warga yang nekat membuang sampah di sungai. Seperti di Demangan, pelaku bukan warga setempat melainkan warga daerah lain menggunakan sepeda motor.

“Kebanyakan pagi sama malam (ada yang membuang sampah). Kalau warga sini tidak berani karena kita kan sering ada pertemuan RT. (Di pertemuan itu) saling mengingatkan,” kata salah satu warga yang tinggal di tepi kali Jenes, Joko Raharjo (39).

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi di Jembatan Gilingan untuk menindak tegas warga yang kedapatan membuang sampah di sungai. Dalam operasi tersebut, Satpol PP berhasil menangkap basah seorang warga yang membuang dua kantong sampah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge