0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Genjot Kunjungan Wisata, Dewan Sarankan ’Jual’ Nama Presiden

Dok. Timlo.net
Wisatawan manvanegara berkunjung ke Istana Mangkunegaran Solo (Dok. Timlo.net)

Solo – Kalangan legilatif mengapresiasi capaian kunjungan wisata di Kota Solo oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di tahun 2015 sebesar 4,2 juta pengunjung. Jumlah tersebut, lebih besar dari target yang ditetapkan mencapai 4,1 juta pengunjung. Meski begitu, kalangan Dewan berpendapat supaya data tersebut tidak hanya klaim semata.

“Kami apresiasi capaian kunjungan wisata tahun 2015 lalu. Tapi, jangan berbangga hati, ditahun ini harus ada terobosan lebih supaya hasilnya terus meningkat,” terang anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati, Kamis (24/3).

Dia menyarankan, supaya Disbudpar mampu menjual nilai tambah di Kota Solo untuk terus mendongkrak tingkat kunjungan wisata. Semisal, Solo sebagai salah satu kota kelahiran Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Reny, nama Jokowi dapat digunakan sebagai sarana promosi ketika berada di luar kota bahkan luar negeri.

“Solo itu apa? Solo ya kota kelahiran presiden. Kita ’jual’ saja nama Jokowi,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Reny menilai, Kota Solo sebagai kotanya presiden layak untuk dijadikan branding. Strategi tersebut juga menjadi usaha untuk memperkenalkan kota dari sisi lain, tidak hanya sumber daya alam yang terbatas atau pun lokasi wisata sejarah yang kini mulai tidak terawat.

“Intinya melakukan penawaran langsung untuk mengenalkan branding Solo sebagai kotanya presiden. Jadi ketika menyebut nama Indonesia, tidak hanya Bali tapi juga Solo,” jelasnya.

Senada, Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa. Upaya Pemkot untuk mewujudkan kota Solo sebagai destinasi wisata utama di Indonesia sangat mungkin diwujudkan karena sedikit demi sedikit beberapa potensi mulai muncul. Ia mencontohkan banyaknya agenda Meeting, Incentives, Conferences and Event (MICE) selama satu tahun terakhir sehingga usaha perhotelan menuai panen besar. Tak hanya itu, efek domino dari agenda tersebut akan berdampak pada sektor yang lain salah satunya pariwisata.

“Ini saling berkesinambungan sehingga iklim positif kota Solo saat ini harus dipertahankan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge