0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Taman Kota Tidak Ganggu Pelaku Bisnis

foto: Rosyid
Taman kota di sepanjang jalan Slamet Riyadi (foto: Rosyid)

Solo – Sejumlah pelaku bisnis di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi mengaku tidak terganggu dengan keberadaan taman kota di sepanjang city walk. Bahkan sebagian menyayangkan bila taman tersebut dibongkar.

“Taman kota di depan resto kami tidak berpengaruh apa-apa. Jadi itu dibongkar atau tetap seperti sekarang saya kira sama saja,” kata Supervisor X. O. Suki, Cuisine & Grill, Muhammad Yusuf, Kamis (24/3).

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersikeras membongkar taman tersebut karena dinilai merugikan pelaku bisnis di sisi selatan Slamet Riyadi. Adanya taman yang menutupi tampilan bangunan toko maupun kantor dianggap mengurangi pelanggan yang datang.

“Memang taman itu menutupi. Hanya saja yang menutupi bukan tamannya tapi pohon-pohon besar itu,” kata dia.

Selain X. O. Suki, Cuisine & Grill, toko busana muslim Al-Fath juga tidak merasakan dampak negatif dari adanya taman kota. Bahkan Pimpinan Al-Fath, Adi Santoso heran dengan rencana pemerintah mengganti taman yang ada sekarang dengan paving dan pot.

“Kalau diganti paving malah justru mengurangi lahan hijau. Saya tidak setuju,” tegasnya.

Tak hanya pelaku bisnis besar, toko alat tulis dan kantor Merah Putih juga menyayangkan kebijakan Pemkot tersebut. Menurut sang pemilik, Nely, penjualan tokonya menurun karena larangan parkir di kawasan city walk. Bukan karena adanya taman.

“Taman itu mau diganti bagaimana pun, kalau tidak boleh parkir ya sama saja. Saya malah senang dengan adanya taman di depan toko saya,” kritiknya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge