0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Bentor, Sopir Angkot Sragen Geruduk DPRD

Puluhan sopir Angkot Sragen melakukan aksi demo di Gedung DPRD Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Puluhan sopir angkutan kota (Angkot) yang biasa beroperasi di Pasar Bunder dan Terminal Pilangsari Sragen menggeruduk Gedung DPRD Sragen, Kamis (24/3). Mereka menolak keberadaan becak bermotor (Bentor) yang dianggap merampas pendapatan pengemudi angkutan.

Para sopir tersebut memarkir Angkot mereka di halaman DPRD, membentangkan poster dan melakukan orasi. Intinya mereka keberatan dengan menjamurnya Bentor di Kota Sragen yang semakin bertambah banyak. Mereka menilai, kehadiran Bentor melanggar aturan. Karena Bentor bukan merupakan angkutan yang layak dan bisa membahayakan penumpangnya.

“Bentor bukan angkutan yang aman bagi penumpang. Bentor sudah melanggar Undang- undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Angkutan Jalan. Becak itu dikayuh, bukan pakai bensin,” kata koordinator aksi, Eko Joko Priharjono, Kamis (24/3).

Eko menuturkan, lantaran keberadaan Bentor yang semakin banyak di Kota Sragen, Angkot kian sepi dari penumpang. Karena warga ternyata lebih memilih menggunakan bentor dibanding angkutan. Akibatnya, pendapatan sopir Angkot juga semakin berkurang.

Kedatangan sekitar 80 sopir Angkot tersebut diterima oleh Komisi III DPRD Sragen. Sebanyak 25 perwakilan sopir akhirnya mengadakan audiensi dengan Komisi III di Ruang Serbaguna DPRD Sragen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge