0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan SD di Boyolali bakal Diregrouping

dok.timlonet/nanin
Siswa SD tengah belajar di ruang kelas (dok.timlonet/nanin)

Boyolali —  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Boyolali berencana melakukan regrouping ratusan sekolah dasar (SD). Langkah ini dilakukan, untuk memenuhi regulasi guru bersertifikasi. Dimana, satu guru minimal harus mengajar 20 siswa. Bila kurang dari jumlah tersebut, maka guru bakal kehilangan sertifikasi.

“Di Boyolali masih banyak siswa SD yang tiap kelas jumlahnya kurang dari 20 siswa, maka saat ini kita sedang lakukan verifikasi,” kata Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, Kamis (24/3).

Dari verifikasi tersebut, menurut Abdul, nantinya akan diketahui berapa jumlah sekolah yang harus diregrouping. Namun yang pasti sudah ada tujuh SD yang bakal diregrouping. Pihaknya saat ini masih menunggu kebijakan pengabungan tersebut. Pihaknya berharap pengabungan ini bisa diterima semua pihak, termasuk pihak sekolah dan guru.

“Tujuan dari penggabungan ini kan untuk kesejahteraan juga,” tambahnya.

Dijelaskan, kondisi di sejumlah SD di Boyolali, masih ada sekolah yang siswanya hanya berjumlah 40 hingga 60 orang. Padahal sesuai regulasi tersebut, satu sekolah minimal harus memiliki 120 siswa atau tiap kelas 20 siswa.

Saat ini ada 600-an SD, dimana ratusan sekolah sangat berpotensi untuk digabung. Kebanyakan sekolah tersebut lanjut dia, terutama tersebar di wilayah Kecamatan Sawit dan Sambi. Selain itu juga terdapat di Kecamatan Selo, Juwangi, Kemusu, Ampel, Wonosegoro, dan Karanggede.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge