0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penghargaan Profesi Apoteker Masih Minim

timlo.net/eko prasetyo
Wisuda USB (timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Penghargaan terhadap profesi apoteker saat ini masih memprihatinkan. Bahkan banyak apoteker digaji di bawah upah minimum kabupaten/kota.

”Ini menunjukkan profesi apoteker masih minim,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Mulyo Prasedyo saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker angkatan 29 Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi (USB) Surakarta, di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma Manahan, Solo.

Sementara, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Jamaludin Aljefendi mengemukakan, tenaga apoteker dihasilkan perguruan tinggi. Ironisnya banyak klinik dan apotek yang beralasan kesulitan mencari apoteker.

Padahal, menurut Jamaludin, bagian pengadaan, peresepan, penyimpanan obat-obatan, pendistribusian itu harus ada ilmunya.

Ketua Program Studi Apoteker USB, Dewi Ekowati, Rabu (23/3), menyebutkan, pelantikan dan pengambilan Sumpah Apoteker ke-29 diikuti 141 apoteker. Dengan lulusan terbaik minat Farmasi Klinik dan Komunitas, diraih Rahmawati Sara dengan IPK 3,84. Sedangkan untuk Minat Farmasi Sains dan Industri lulusan terbaik diraih Eva Kumalasari IPK 3,88 yang sekaligus sebagai lulusan termuda periode ini dalam usia 21 tahun.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge