0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dulu PKL City Walk Pernah Disomasi, Kini Malah Bingung

PKL di kawasan city walk Jalan Slamet Riyadi Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Pedagang Kaki Lima (PKL) City Walk gerobak kuning masih bingung tentang kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait rencana relokasi PKL. Pasalnya, dulu Pemkot pernah membela saat seorang pengacara pernah memperkarakan keberadaan PKL di city walk.

“Dulu kita di sini yang menempatkan Pemkot. Bahkan dari kota-kota lain sering mengunjungi kita untuk studi banding penataan kota. Sekarang malah disuruh pindah,” keluh salah satu pedagang, Rismianto (29), Rabu (23/3).

Tahun 2010 silam, salah satu pengacara di Solo, Muhammad Taufik pernah menuntut Pemkot Solo karena menempatkan PKL di city walk. Kebijakan tersebut dinilai melanggar aturan karena mengalihfungsikan fasilitas umum. Waktu itu, Pemkot Solo beralasan keberadaan PKL di city walk sudah sesuai aturan karena hanya memakai separuh badan trotoar. Pejalan kaki masih tetap bisa menggunakan separuh jalan lainnya.

Bahkan Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) yang hingga kini masih dijabat Subagiyo beralasan kawasan city walk memang diberdayakan untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan memberi ruang untuk PKL.

“Keberadaan PKL di city walk juga sekaligus untuk memudahkan karyawan kantor dan pertokoan di Jalan Slamet Riyadi,” kata Subagiyo menanggapi tuntutan Muhammad Taufik tahun 2010 silam.

Sejak Agustus 2014 lalu, Pemkot Solo justru berencana memindah PKL city walk ke lokasi baru. Alasannya, keberadaan PKL di city walk melanggar Perda No 3/2008 tentang pengelolaan PKL dan Perda No. 1/2013 tentang penyelenggaraan perhubungan. Wacana tersebut terus bergulir hingga akhirnya Pemkot Solo memberi tenggat waktu hingga 1 April bagi PKL city walk untuk berpindah tempat.

Menanggapi kebijakan tersebut, Muhammad Taufik mengaku sangat setuju relokasi PKL city walk.

“Sesuai perda yang disusun DPRD, kawasan pejalan kaki harus steril dari parkir dan PKL. Pemkot yang sekarang sudah mengambil kebijakan yang benar. Mereka (PKL) sebagai warga harus patuh,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge