0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Taman City Walk, Walikota Diharap Mendengar Aspirasi Masyarakat

timlo.net/achmad khalik
Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim saat melakukan pengecekan di taman city walk Jalan Slamet Riyadi Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Walikota Solo diharap mendengar aspirasi masyarakat terkait polemik penataan taman city walk Jalan Slamet Riyadi, Solo. Pasalnya, taman yang berada di jalan utama Kota Solo tersebut dinilai tak hanya sebagai perindang kota semata. Melainkan juga berfungsi sebagai lahan serapan air dan membersihkan udara kotor dari kendaraan.

“Taman bagus seperti ini kok mau dibongkar dan diganti dengan tanaman pot, ya sangat sia-sia sekali,” terang Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, Rabu (23/3).

Sikap kukuh Walikota mengganti taman city walk dengan tanaman pot, kata Umar, menjadi wujud bahwa dia tidak mendengat aspirasi masyarakat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, masyarakat saat ini gencar memberikan masukan kepada Rudy untuk mengurungkan niat itu.

Bahkan, di sosial media pun juga gencar menyuarakan tentangan terkait penataan taman city walk. Terakhir, masyarakat dari Forum Solo Hijau mendatangi gedung DPRD Solo untuk meminta dukungan supaya Pemkot tidak mengganti taman dengan tanaman pot.

“Tentunya sikap kami (DPRD Solo-red) menolak dengan rencana Walikota. Lha wong saat ini aja ruang terbuka hijau (RTH) masih kurang kok, ini malah yang sudah ada malah diganti paving block,” tandas Umar.

Senada, anggota Komisi II DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan mengtakan saat ini RTH di Kota Solo belum terpenuhi. Bila mengacu pada peraturan daerah (perda) No 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini RTH di Kota Bengawan belum menyentuh angka 10 persen dari ketentuan RTH publik 20 persen.

“Dinas diharapkan dapat memberi penjelasan dan solusi yang sebaik-baiknya. Supaya tidak timbul polemik di masyarakat,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge