0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembongkaran Taman City Walk adalah Pemborosan

Taman sepanjang city walk yang akan dibongkar Pemerintah Kota Solo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Tak hanya dari komunitas pecinta lingkungan, penolakan terhadap pembongkaran taman di sepanjang City Walk juga menuai respon negatif dari masyarakat. Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengganti taman dengan pot dan paving block dinilai sebagai bentuk pemborosan.

“Menurut saya itu cuma buang-buang uang saja. Yang sekarang kan masih bagus, kenapa harus diganti,” kata Muhammad Farisi (50), Rabu (23/3).

Pengelola warung siomay di Selatan Jalan Slamet Riyadi itu meyakini pembongkaran taman tersebut akan menelan biaya yang besar. Pasalnya, taman tersebut membentang sepanjang Jalan Slamet Riyadi mulai dari Gladag sampai Purwosari.

“Daripada untuk itu (pembongkaran taman) lebih baik untuk kepentingan lain,” usulnya.

Hal senada disampaikan Dwi Wulandari (17). Siswi SMA itu mempertanyakan rencana Pemkot membongkar taman kota tersebut.

“Dananya pasti besar sekali. Yang sekarang ini sudah bagus kok. Kenapa harus diganti dengan pot,” kata dia.

Selain itu, ia menilai rencana penggantian taman dengan pot dan paving block akan merusak suasana City Walk yang asri. Menurutnya, taman yang ada sekarang sangat berperan dalam menjaga kesejukan Kota Solo.

“Kalau diganti paving block kan nanti panas,” kata dia.

Adanya keluhan dari para pelaku bisnis di Selatan Sriwedari karena tertutup taman, ia menilai, hal tersebut tidak bisa diterima. Menurutnya, para pelaku bisnis semestinya bisa mempromosikan usahanya.

“Sekarang kan ada internet. Selain itu, Pemkot bisa membantu dengan memberi kelonggaran mereka untuk memasang plakat supaya lebih mudah terlihat,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge