0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sulit Cari Buruh Tanam, Petani Coba Mesin Transplanter

dok.timlo.net/nanin
Anggota Kodim 0724/ Boyolali melakukan latihan mengoperasionalkan mesin tanam transplanter di Desa Dibal, Ngemplak (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sulitnya mencari buruh tanam padi, menjadi permasalahan tersendiri bagi kalangan petani. Padahal saat ini sudah memasuki masa tanam. Untuk mengatasi masalah tersebut, petani di wilayah Ngemplak, Boyolali, mencoba menanam menggunakan mesin tanam transplanter.

Tidak hanya petani yang melakukan ujicoba mesin transplanter,namun anggota Kodim 0724 Boyolali juga ikut turun tangan belajar mengoperasionalkan mesin ini. Ujicoba sekaligus tanam bersama di lakukan di lahan pertanian di Desa Dibal, Ngemplak.

“Seluruh Babinsa harus bisa mengoperasionalkan mesin ini,” kata Kasdim 0724/ Boyolali, Mayor Setiyadi Kuncoro, Rabu (23/3).

Keberadaan mesin ini akan membantu mengatasi problema petani saat tanam, menyusul sulitnya mencari buruh tanam. Selain membantu hingga panen, pihaknya juga akan membantu membasmi hama tanaman, distribusi pupuk hingga kesulitan mendapatkan pupuk.

“Tujuan kami agar swasembada pangan bisa tercapai,” tambahnya.

Di sisi lain, petani Dibal, Tatok, mengaku lebih banyak keuntungan menggunakan mesin transplanter. Selain lebih hemat waktu, juga lebih biaya. Bila dengan cara manual, satu patok lahan bisa menghabiskan anggaran Rp 1 juta untuk produksi, namun dengan mesin transplanter, biaya bisa ditekan hingga Rp 800 ribu.

“Lebih cepat, satu patok bisa selesai setengah hari,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge