0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL City Walk Enggan Direlokasi ke Selatan Stadion Sriwedari

Solo – Pedagang Kaki Lima (PKL) City Walk Jl Slamet Riyadi mengaku merasa dianaktirikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Pasalnya, hampir setiap relokasi, rata-rata disediakan tempat yang lebih baik, bahkan dirayakan dengan kirab boyongan. Namun perlakuan tersebut tidak didapatkan PKL City Walk.

Area di Selatan Stadion Sriwedari yang yang disediakan Pemkot untuk mereka pun dirasa tidak layak lantaran drainase yang buruk.

“Kalau diminta pindah dengan keadaan yang sekarang, sama saja Pemkot membuang kita. Di sana (Selatan Stadion Sriwedari-red) kalau hujan pasti tergenang dan bau sampah,” keluh salah satu PKL di City Walk, Witoyo (42), Selasa (23/3).

Mantan Wakil Ketua Paguyuban PKL city walk itu menerangkan, hampir semua pedagang city walk berjualan makanan sehingga kebersihan merupakan pertimbangan utama. Selain itu, pedagang makanan juga menanggung resiko yang lebih tinggi jika dagangannya tidak segera laku.

“Jangan disamakan dengan PKL Banjarsari yang dipindah ke Notoharjo. Sebulan tidak laku, dagangan mereka masih bisa dijual. Lha kita? Sehari tidak laku, besok harus cari utang untuk kulakan,” tuturnya.

Salah satu pelanggan PKL di City Walk, Niken Wahyuni (27) mengaku sangat menyayangkan bila PKL City Walk direlokasi. Karyawan yang bekerja di salah salah satu toko di Jalan Slamet Riyadi itu mengaku sering makan siang di City Walk.

“Kalau dipindah ke sana (Selatan Sriwedari) mungkin saya nggak mau karena lebih jauh. Tempatnya juga kotor,” kata dia.

Sebelumnya, para PKL City Walk telah melayangkan permohonan penangguhan relokasi kepada Pemkot Solo. Dinas Pengelola Pasar (DPP) merespon dengan meninjau lokasi yang bakal ditempati PKL City Walk di Selatan Stadion Sriwedari, Senin (21/3). Rencananya luas lahan tersebut bakal diukur, Rabu (23/3) besok.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge