0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

31 Sumber Mata Air di Klaten Mati

dok.timlo.net/aditya wijaya
Salah satu mata air atau umbul di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten mencatat, puluhan sumber mata air di Klaten sudah mengering. Bahkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir Klaten menyandang status darurat kekeringan.

“Total jumlah sumber mata air ada 174 titik. Sedangkan yang berfungsi sebanyak 143 titik. Dan yang tidak berfungsi ada 31 sumber mata air,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DPU ESDM Klaten, Pramana Agus Wijanarka, Selasa (22/3).

Dikatakan, sumber air yang mati itu sebagian besar berada di Klaten wilayah selatan dan tengah. Selain itu, dari 143 sumber air yang masih berfungsi, sebanyak 20 persen di antaranya berstatus kritis.

Ia tak menampik, penyebab matinya sumber air lantaran aktivitas penambangan di daerah resapan air di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang. Kalaupun masih menampung air, lebih diprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan pertanian.

“Banyak penambangan galian C di Kemalang, penebangan pohon di daerah atas, dan banyaknya perumahan  tersebar di beberapa kecamatan mas,” ucapnya saat ditanya wartawan.

Sementara, bertepatan dengan Hari Air Sedunia, PDAM Klaten menggelar kegiatan konservasi air dengan penanaman pohon di Pesanggrahan Paku Buwana X di Objek Wisata Deles Indah, Desa Sidorejo, Kemalang.

“Dalam rangka Hari Air Sedunia yang jatuh tanggal 22 Maret 2016 dan temu CSR se-Klaten, PDAM Klaten melakukan aksi simbolis penanaman pohon Keben dan Kantil. Pasalnya, Kemalang merupakan daerah konservasi air,” ujar Camat Kemalang Priharsanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge