0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

11 Desa Wisata Jadi Andalan Bali

www.blooming-lotus-yoga.com
ilustrasi (www.blooming-lotus-yoga.com)

Timlo.net – Sebanyak 11 desa di Bali disiapkan untuk jadi Desa Wisata di tahun ini. Nantinya, desa tersebut bisa menciptakan atraksi-atraksi baru dengan menonjolkan adat, tradisi dan budaya khasnya.

”Agar tidak membosankan Pariwisata Bali, harus menemukan inovasi baru. Desa wisata inilah jawabannya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali (Kadispar), AA Gede Yuniartha Putra, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Selasa (22/3).

Menurut Agung, sapaan akrab Gede Yuniartha Putra, Bali masih banyak yang bisa dieksplorasi sebagai ikon destinasi Indonesia. Karena itu, tidak boleh hanya terpusat di Bali Selatan dan Tenggara saja yang maju dan kaya dengan sentuhan amenitas dan atraksi. Karena itu, PR-nya adalah pengembangan Bali agar menyebar merata di Pulau Dewata.

”Menurut survei, semua yang pernah ke Bali itu sudah lebih dari satu kali. Bagaimana agar tidak bosan? Maka harus ada destinasi baru di lain desa dengan karakter yang berbeda,” ujar Agung.

Dia juga mengatakan, program desa wisata itu yang terpenting adalah penyebaran objek wisatawan sehingga lebih luas. Terutama wisatawan, jangan hanya berpusat di Bali Selatan yang makin lama makin terasa sempit saja.

”Target 2018, 100 desa sudah mengalami peningkatan dalam menyambut wisatawan,” ujarnya.

Kadispar juga tidak ingin antar daerah di Bali terjadi gap, antara yang sering dikunjungi wisatawan dengan yang tidak. Ekonomi masyarakat juga harus bergerak, beriringan.

”Otomatis jika menyebar, juga akan menyebarkan rezeki dan perekonomian warga. Kami punya semua, kami punya tebing, kami punya laut, kami punya sungai, kami punya pegunungan, kami punya hiburan, dan kami punya kebudayaan yang sangat tinggi,” ujarnya bangga.

Yang menarik, imbuh Gede, adalah perbedaan-perbedaan budaya yang dimiliki di setiap desa.

”Ciri khasnya berbeda, kebudayaan berbeda, dan itu keunggulannya. Kita explore dengan baik, itu akan kami perlihatkan ke wisatawan, agar menjadi daya tarik dan bisa membuat mereka punya pilihan jika ke Bali,” katanya.

Sementara, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, ada 9 portofolio produk pariwisata, yang terbagi ke dalam 3 segmen. Cultural atau budaya 60 persen, nature atau alam 35 persen, dan manmade atau buatan manusia 5 persen. Bali, sarat dengan nuansa budaya, dan itu yang menjadi daya tarik 60 persen wisman masuk ke Indonesia.

Karena itu, sudah tepat jika Pemprov Bali mengembangkan desa-desa wisata. Karena, itulah 35 persen dari 60 persen wisman yang datang ke Indonesia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge