0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Guru PNS di Sekolah Swasta Takkan Ditarik hingga Pensiun?

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta, Joko Riyanto (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta, Joko Riyanto menyatakan, kebijakan untuk menangguhkan penarikan guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari sekolah-sekolah swasta merupakan kebijakan yang baik.

“Bagi kami, bukan hanya ditangguhkan tetapi memang benar-benar tidak ditarik,” tandas Joko yang juga Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Didasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta saat bertemu Timlo.net, di Balai Muhammadiyah Surakarta, Selasa (22/3).

Sehingga, lanjut Joko, pemerintah mempunyai kontribusi maksimal terhadap sumber daya insani di sekolah-sekolah swasta. Karena sekolah swasta merupakan mitra pemerintah. “Karena harapan kami, sumberdaya PNS di sekolah swasta hendaknya tidak ditarik,” tandasnya lagi.

Menurut Joko, biarkan mereka (guru PNS) yang sekarang diperbantukan dan dipekerjakan di sekolah swasta, agar mereka menikmati hingga pensiun di sekolah swasta. “Berdasarkan pengalaman, umumnya guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta bekerjanya baik. Harapan kami, biarkan menikmati bekerja di swasta hingga pensiun,” jelasnya.

Sejauh ini, Joko mengungkapkan, guru-guru PNS di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kota Solo mencapai sekitar 285 orang, mereka bekerja baik di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. “Guru PNS sebanyak itu sangat bermanfaat sekali bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ujarnya.

Ditambahkan, rekomendasi Dewan Pendidikan Kota Surakarta, guru-guru PNS yang di-DPK dimohon tak ditarik hingga pensiun. Rekomendasi itu sudah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge