0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Titik Api Kembali Terpantau

merdeka.com
Ilustrasi Kebakaran Hutan (merdeka.com)

Timlo.net — Sejumlah titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) kembali bermunculan di Provinsi Riau, setelah sebelumnya sempat dipastikan nihil.

“Berdasarkan pencitraan satelit NOAA melalui modis Terra dan Aqua pukul 16.00 WIB, terpantau tujuh titik panas yang menyebar di tujuh kabupaten di Riau,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, Senin (21/3).

Sugarin mengatakan ke tujuh wilayah yang terpantau adanya titik panas itu adalah Kepulauan Meranti, Dumai, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak dan Indragiri Hilir. Dari tujuh titik panas yang terpantau, dua di antaranya dipastikan sebagai titik api atau mengindikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

Menurut Sugarin, keberadaan titik panas tidak hanya terpantau di Riau, namun sejumlah Provinsi di Sumatera. Terdapat 13 titik panas yang terpantau di lima provinsi di Sumatera, masing-masing lima titik di Bengkulu, tiga titik di Sumatera Selatan, satu titik di Lampung dan dua titik masing-masing di Bangka Belitung dan Jambi.

Pada Senin pagi, BMKG Stasiun Pekanbaru menyebut tidak terekam adanya titik panas atau api di Provinsi Riau. Keberadaan titik panas di Riau cenderung fluktuatif dalam sepekan terakhir. Pada Minggu lalu (20/3), terdeteksi delapan titik panas di Riau dan terkonsentrasi di wilayah pesisir meliputi Bengkalis empat titik, Meranti dua titik, Indragiri Hulu dan Pelalawan masing-masing satu titik.

Dari delapan titik panas tersebut, terdapat tiga titik dipastikan sebagai titik api mengindikasikan telah terjadi kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen yakni di Bengkalis, Meranti dan Pelalawan.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge