0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Tembaga Tumang Krisis Tenaga Ukir

foto: Nanin
Sentral pengrajin tembaga di Tumang,Desa Cepogo,Boyolali,krisis tenaga ukir (foto: Nanin)

Boyolali – Krisis tenaga ukir tembaga mulai dialami kalangan industri logam di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Boyolali. Kondisi ini mengakibatkan produksi kerajinan tembaga tersendat dan banyak pesanan yang tidak bisa dijadikan tepat waktu.

“Banyak tenaga ukir yang memilih mandiri, membuka usaha sendiri,” kata salah satu perajin ukir tembaga, Sriyanto, Senin (21/3).

Kondisi ini, menurut Sriyanto, membuat perajin kewalahan. Padahal permintaan pesanan sangat tinggi. Kalangan pengusaha pun banyak yang kewalahan dengan order yang semakin banyak.

Untuk mengatasi krisis tenaga ukir, pihaknya sudah melakukan berbagai cara, termasuk mendatangkan tenaga dari daerah lain.

“Tapi ya itu, begitu bisa, langsung buka usaha sendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Boyolali asal Cepogo, Joko Maryanto, mengaku prihatin dengan krisis tenaga ukir di Tumang. Bila tak segera diatasi, dikhawatirkan sentral industri tembaga Tumang bakal mati. Karena tidak bisa memenuhi permintaan pesanan dari luar.

“Para pengusaha ini menginginkan pemerintah membangun SMK kerajinan logam,sehingga bisa tersedia tenaga secara kontinyu,” ujar Joko.

Selain mengakibatkan pesanan tersendat, krisis tenaga ukir ini juga menimbulkan persaingan yang tidak sehat antar pengusaha. Dimana, para pengusaha saling berlomba-lomba menawarkan upah yang tinggi.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge