0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi

foto: Nanin
Angka pernikahan dibawah umur di Selo tinggi, kesadaran pendidikan menjadi solusi untuk menekan kasus tersebut (foto: Nanin)

Boyolali – Pernikahan di bawah umur di Lereng Merapi Merbabu, Kecamatan Selo, cenderung masih tinggi. Selain dipengaruhi kultur masyarakat, faktor pendidikan menjadi penyebab utama.

Data di Kantor Urusan Agama (KUA) Selo, tercatat ada 160 pernikahan, 45 persen diantaranya merupakan pernikahan di bawah umur. Hamil di luar nikah, juga ikut menyumbang tingginya angka pernikahan di bawah umur.

Sayangnya, mereka tetap bisa melangsungkan pernikahan karena mendapat rekomendasi dari Pengadilan.

“Ini yang memprihatinkan, rekomendasi dari pengadilan biasanya bagi mereka yang sudah hamil duluan,” kata Camat Selo, Wurlaksono, Senin (21/3).

Upaya yang dilakukan untuk menekan angka pernikahan di bawah umur, pihaknya terus melakukan sosialisasi UU Pernikahan yang mensyaratkan usia minimal pernikahan, yakni untuk pria minimal 19 tahun dan untuk wanita 16 tahun. Ia juga membentuk organisasi “Srikandi” yang mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi perempuan pada masyarakat.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat melakukan kunjungan ke Selo, meminta pemerintah daerah untuk turun tangan mengatasi permasalahan ini. Menurut Ganjar, pernikahan anak di bawah umur sangat berbahaya baik fisik maupun mental pelaku. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pendidikan.

“Nanti kita bantu, apalagi kan pendidikan 9 tahun sudah gratis. Kita ajak aktivis kesini untuk ikut sosialisasi,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge