0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masuk Jembatan Timbang, Beban Overload Harus Diturunkan

Setelah hampir dua tahun ditutup, Jembatan Timbang Bangak,Banyudono,bakal dioperasikan kembali dibawah kewenangan Kemenhub (foto: Nanin )

Boyolali – Jembatan timbang Bangak, Banyudono, yang berada di Jalur Utama Solo-Semarang, bakal dioperasikan kembali sejak ditutup dua tahun lalu. Ada aturan baru yang bakal diterapkan saat dioperasionalkan kembali.

“Kalau dulu melebihi tonase harus bayar denda, tapi kalau nanti, langsung kita tilang dan muatan yang berlebih harus diturunkan,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Operasional Dishub Jateng wilayah Semarang-Salatiga-Boyolali, Joko Setyawan, Senin (21/3).

Surat tilang akan diberikan bila muatan kelebihan 5 persen. Selain itu, pengelolaan jembatan timbang nantinya akan dilakukan langsung oleh Kementrian Perhubungan.

Saat ini, Kemenhub sedang melakukan inventarisasi aset. Terkait petugas, Joko mengaku belum tahu, apakah nanti dari Kemenhub langsung atau dari Dishub Provinsi Jateng.

“Kita belum tahu, saat ini masih terkonsentrasi pada inventarisasi aset jembatan timbang dulu,” tambahnya.

Pengambil alihan kewenangan ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 74/2014 yang mengatur operasional jembatan timbang menjadi kewenangan Kemenhub. Rencananya, jembatan timbang akan mulai beroperasi pada bulan September- Oktober mendatang.

“Sudah tiga minggu ini, inventarisasi aset berjalan,” ungkapnya.

Jembatan timbang Bangak, Banyudono, ditutup bersama delapan jembatan timbang lainnya di Jawa Tengah Mei 2014 lalu. Penutupan dilakukan, setelah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melakukan sidak mendadak di Jembatan Timbang Subah, Batang,dan menemukan praktek pungutan liar.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge