0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa Geruduk Dewan Tuntut Bubarkan Densus 88

Mahasiswa Geruduk Dewan Tuntut Bubarkan Densus 88 (foto: Khalik)

Solo – Sejumlah aliansi mahasiswa muslim Kota Solo menyampaikan aspirasi menuntut pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Gedung DPRD Kota Solo, Senin (21/3). Tuntutan yang disampaikan ini menyusul kasus kematian salah seorang warga Cawas, Klaten, Siyono baru-baru ini. Disamping itu juga, banyak terjadi  pelanggaran dari kesatuan berlambang “Burung Hantu” ini menyangkut salah penangkapan hingga memakan korban orang tidak bersalah.

“Kami menuntut supaya Densus 88 Anti Teror segera dibubarkan,” kata Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Soloraya, Bambang Pranoto Bayu Aji.

Dirinya menilai, terduga teroris yang ditangkap oleh tim yang dibentuk pada 26 Agustus 2004 tersebut tidak melalui prosedur hukum dalam penanganannya. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 118 kasus penindakan terorisme hanya segelintir pelaku yang dibawa ke meja hijau.

“Amrozi cs, saja yang dibawa ke meja hijau. Sisanya tanpa melalui proses hukum. Bahkan, yang baru-baru ini terjadi (Kasus Siyono-red) ditangkap dan pulang dalam keadaan tidak bernyawa,” tandas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPRD Solo, Abdullah AA mengatakan pihaknya menampung aspirasi dari masyarakat Kota Solo. Meski begitu, secara struktural DPRD Kota Solo tak memiliki benang merah dengan institusi Polri.

“Kami tetap menampung aspirasi masyarakat sebagai salah satu masukan positif,” kata politisi Hanura ini.

Sebelumnya, sejak pekan lalu terjadi gelombang aksi massa yang menuntut pembubaran korps yang dibentuk usai terjadinya Bom Bali II. Sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa adalah Bundaran Gladag dan Mapolresta Solo.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge