0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Monumen Jaten Jadi Rebutan

Pemasangan spanduk di Monumen Jaten (foto: Nanang)

Karanganyar – Monumen Ibu Tien Soeharto (Monumen Jaten-red), yang berada di Dusun Getas, Desa Jaten, Karanganyar jadi rebutan. Mantan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi dituding mengambil alih tanah yang diklaim milik Yayasan Panji Olah Raga.

“Tanah itu kami yang beli, kenapa bisa berganti kepemilikan,” kata mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) di era pemerintahan Soeharto, Abdul Gafur yang juga ketua Yayasan Panji Olah Raga, Sabtu (19/3).

Menurutnya, pada tahun 1991, yayasan yang dikelolanya membeli tanah seluas 3.205 m2 di Dusun Getas, Kecamatan Jaten. Di atas tanah tersebut, menurut Abdul Gafur, akan dibangun sebuah monumen untuk mengenang tanah kelahiran ibu negara saat itu, Siti Hartinah Soeharto.

“Setelah proses jual beli tanah dengan warga selesai, tanggal 11 Maret 1992, monumen diresmikan oleh presiden Soeharto,” jelas Abdul Gafur.

Namun dalam perjalanannya, pada tahun 2007 lalu, ternyata tanah yayasan tersebut, dialihkan menjadi atas nama Begug Poernomosidi, yang saat itu, menjabat sebagai bupati Wonogiri.

“Saya terkejut ketika mengetahui tanah monumen Jaten tersebut beralih dan di atas namakan Begug Poernomosidi. Padahal seluruh proses jual beli hingga pembangunan monumen Jaten, sama sekali tidak melibatkan saudara Begug,” kata Abdul Gafur.

Usai melakukan pertemuan dengan warga mantan pemilik tanah, mantan aktivis 1966 ini, langsung menuju ke monumen Jaten dan memasang spanduk larangan penggunaan aktivitas apapun, kecuali untuk ibadah.

“Untuk sementara kegiatan di monumen ini dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, kecuali untuk ibadah. Karena di lokasi ini ada masjid, untuk ibadah silahkan,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge